PENCAK SILAT
PENCAK SILAT
Pendahuluan
Pencak silat
adalah olahraga beladiri yang juga mengandung nilai - nilai seni tradisional
dari Indonesia. Pencak silat sudah lama sekali diperkenalkan di Indonesia,
pencak silat sendiri memiliki 4 aspek utama serta 3 tujuan utama dalam
penerapannya.4 aspek tersebut yakni 1) aspek mental spiritual, 2) aspek seni
budaya, 3) aspek bela diri, 4) aspek olah raga, dan 3 tujuan utamanya antara
lain 1) tujuan untuk mencapai kesehatan, (2) tujuan rekreasi dan (3) tujuan
prestasi.
Pencak silat
merupakan unsur - unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil
budidaya yang turun temurun. Pencak silat sudah lama diperkenalkan di
Indonesia. Hal ini bisa dilihat pada saat penjajahan Belanda, pencak silat
sudah ada. Pencak silat dikala itu digunakan untuk melawan penjajah. Bahkan
kita sering mendengar legenda bahwa pencak silat pernah dilakukan oleh salah
satu pendekar dari Betawi yang bernama si Pitung. Dikala itu, si Pitung
melakukan perlawanan secara Individu dengan pencak silat.
Karakteristik
Pencak silat adalah olahraga beladiri yang juga mengandung nilai - nilai
seni tradisional dari Indonesia. Pencak adalah gerak langkah keindahan dengan
menghindar, yang disertakan gerakan berunsur komedi. Pencak dapat diperlombakan
sebagai sarana hiburan, sedangkan silat adalah unsur teknik bela diri
menangkis, menyerang dan mengunci yang tidak dapat diperagakan didepan umum
(Abdus Syukurmaryono: 1998). Pencak silat sebagai pendidikan jasmani yang didalamnya terkandung aspek olahraga, dan merupakan wahana pendidikan yang memiliki tujuan tertentu. Tujuan tersebut antara lain : (1) untuk kesehatan, (2) rekreasi, dan (3) prestasi.
Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:
- Aspek
Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian
dan karakter mulia seseorang. Sentuhan pencak silat yang dilaksanakan
dalam dunia pendidikan yang dimulai dari tingkat dasar akan sangat
membantu pembentukan kader bangsa yang berjiwa patriotik, berkepribadian
luhur, disiplin, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Aspek
Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah
salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya
menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana
tradisional. Bela diri pencak silat bertujuan untuk mengembangkan aspek
seni yaitu indah dalam gerak yang serasi dan menarik dilandasi rasa cinta
kepada budaya bangsa.
- Aspek
Bela Diri: pencak silat bela diri bertujuan untuk mengembangkan aspek
bela diri, yaitu terampil dalam gerak efektif untuk menjaga keselamatan
atau kesiagaan fisik dan mental yang dilandasi sikap kesatria, tanggap,
dan mengendalikan diri.
- Aspek
Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat penting.
Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Aspek lain yang
bisa dikembangkan ialah kompetisi, artinya olah raga ini bisa
dipertandingkan dalam bentuk perorangan atau regu.
Landasan Filosofis
Pencak silat adalah olahraga beladiri yang juga mengandung nilai - nilai
seni tradisional dari Indonesia. Pencak silat memberikan sumbangan dalam
pembangunan manusia Indonesia, khususnya pembangunan karakter bangsa (character
building). Nilai-nilai luhur pencak silat terkandung dalam jati diri yang meliputi 3 hal pokok sebagai satu kesatuan, yaitu : (1) Budaya Indonesia sebagai asal dan coraknya, (2) Falsafah budi pekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasi penggunanya, (3) pembinaan mental spiritual, beladiri, seni, dan olahraga yang terintegrasi. Penggunaan pencak silat sendiri dapat digunakan dalam berbagai macam kegiatan, utamanya ialah sebagai media pendidikan baik di masyarakat maupun di sekolah.
Gerakan Pencak Silat
Umumnya kita sering mendegar istilah kuda-kuda dalam gerakan pencak silat,
ternyata ada beberapa gerakan-gerakan unsur lainnya dalam pencak silat.
Diantaranya ialah : berdiri tegak, gerakan merendah, gerakan melangkah, gerakan
tanah gerakan tangan, gerakan menghormat dengan tangan dirangkap di depan
hidung, dan gerakan salam. Saat ini pencak silat sudah dikenal di berbagai kalangan dan telah banyak menghasilkan prestasi bahkan sampai di forum Internasional. Pencak silat sudah dipertandingkan di SEA GAMES sejak tahun 1987. Sebagai salah satu warisan budaya, pencak silat di Indonesia dapat berkembang dengan baik, hal ini dibuktikan dengan banyaknya padepokan pencak silat di tanah air.
Penutup
Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya
tersebut : Pembaca mengetahui olahraga beladiri yang juga mengandung nilai - nilai seni tradisional asli Indonesia, yakni pencak silat, yang meliputi karakteristik, landasan filosofis, beserta contoh gerakan dalam pencak silat. Pembaca juga dapat memperkenalkan pencak silat kepada khalayak luas agar olahraga beladiri dan seni tradisional ini lebih mendunia, serta dapat menanamkan sikap sportif, pantang menyerah, dan cinta budaya bangsa.
Manfaat yang diperoleh dari budaya tersebut :
Pencak silat tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jasmani, akan tetapi juga dapat membentuk kader bangsa yang berjiwa patriotik, cinta budaya bangsa, berkepribadian luhur, disiplin, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Komentar
Posting Komentar